Featured

Rabu, 30 April 2014

Banda Aceh, Surganya para pecinta kuliner eksotis.




Sejak dulu, Aceh terkenal dengan kayanya rempah-rempah yang menjadi sasaran “tembak” para penjajah. Tapi kali ini, saya tidak akan membahas tentang perperangan memperebutkan “kunci” cita rasa makanan eksotis ini, tapi saya akan membahas tentang apa jadinya jika rempah-rempah ini di olah menjadi kuliner-kuliner yang sangat eksotis rasanya. Aceh terkenal dengan kulinernya yang sangat kental dengan khas Timur Tengah dan India, karena bumbunya yang kaya akan rempah yang dicampurkan, sehingga rasanya kental dan bahkan pedas.
Sebagai Ibu kota Aceh, Banda Aceh merupakan pusat  dari semua kegiatan daerah-daerah di Provinsi Aceh. Termasuk juga urusan kulinernya. Jika anda berkunjung ke Aceh dan ingin mencicipi semua makanan khas Aceh, maka Banda Aceh lah pusatnya.
Berikut ada daftar menu yang paling popular di Aceh yang bisa anda dapatkan dengan mudah.
1. Ayam Tangkap
Ayam Tangkap ini sangat terkenal di Aceh. Sajian makanan yang satu ini amat menarik, yaitu ayam berbumbu yang digoreng bersama daun rempah-rempah yg beraroma harum dan menggugah selera. Biasanya disajikan dengan bumbu kecap dan nasi yang hangat. Dikatakan ayam tangkap karena daging ayamnya di potong kecil-kecil dan tersembunyi di balik daun-daun jadi, kita harus  “menangkap” ayamnya sebelum dimakan. Hehehe.





Nah, untuk ayam tangkap, harga per paketnya Rp 60.000 per ekor. Biasa untuk 4-5 orang. Bisa di dapat di RM Aceh Rayeuk, RM Cut Dek dan RM Hasan atau Di restoran/rumah makan disekitar Kota Banda Aceh, antara lain di Jln.Iskandar Muda ataupun Jl.Ratu Safiatudin, Kota Banda Aceh. 
2. Mie Aceh
Mie ini di masak dengan bumbu yang kaya akan rempah dan potongan-potongan daging atau dengan berbagai macam isi seperti kepiting, cumi-cumi, udang atau jamur.. Mie Aceh sudah menjadi icon dari provinsi Aceh. Harga per porsinya mulai Rp. 7000 - Rp 12.000 per piring. Bisa didapat di RM Mie Razali, Yellow Cafe, REX, Coffee Bay dan masih banyak lagi.
3. Gule Plik U
Gulai khas Aceh ini adalah gulai para raja yang dikenal dengan nama “kuah pliek-u.” Gulai ini dibuat dari campuran berbagai jenis sayuran ditambah “pliek-u” dan kepala ikan asin sebagai penyedapnya. Plik U adalah kelapa yang sudah difermentasi.
Harga per piringnya Rp 8.000. Bisa didapat di RM Aceh Rayeuk, RM Ujung Batee dan rumah makan Aceh lainnya.
4. Gule Kambing (Kari Kambing)
Kari Kambing adalah salah satu makanan tradisional Aceh. Penampakan kari ini tak jauh beda dari gulai kambing pada umumnya. Namun, kari kambing Aceh, kuahnya berwarna kuning dan agak keruh, dengan bau yang sangat segar, aroma bumbu rempah-rempah sangat terasa, tanpa sedikitpun tercium khas kambing. Kuah yang keruh menandakan banyaknya bumbu-bumbu terlarut di dalamnya, lengkap dengan sumsum yang berasal dari tulang.



 Jika menikmati Kari kambing ini, anda sebaiknya menghabiskannya selagi panas, karena jika dingin bumbunya akan mengendap dan minyaknya akan menggumpal sehingga mengurangi kelezatan rasa karinya. Ini juga yang menyebabkan penjual kari selalu memanaskan dan mengaduk karinya di tungku raksasa. Biasanya hidangan ini di sajikan dengan air timun.Air timun ini juga berfungsi sebagai penetralisir agar tidak terjadi darah tinggi. Harga mulai Rp 12.000 per porsi. Bisa ditemukan di RM Aceh Rayeuk, RM Hasan, RM Aceh Spesifik, RM Nasi Kambing, dll.
5. Martabak Aceh
Martabak ini bukanlah martabak manis yang biasanya di taburi keju atau meses, akan tetapi terbuat dari tepung terigu yang ditutui dengan telur yang sudah dicampur dengan berbagai jenis sayur yang telah dipotong kecil-kecil dan bumbu yang sedap. Biasanya disajikan dengan acar bawang merah dan cabe rawit.
Uniknya, alat masak yang digunakan berbentuk petak dan datar. Harga mulai Rp 7.000 per porsi. Bisa ditemukan di REX, Peunayong, Ulee Kareng, Helsinki, Dapu Kupi, dll.
6. Roti Canai
Tepung terigu yang sudah dibentuk bulat dimasak dengan menggunakan mentega. Kemudian disajikan dengan berbagai macam rasa seperti durian, kari ayam, kari kambing, cokelat ataupun hanya gula pasir. Harga mulai Rp 8.000 per porsi. Bisa ditemukan di Canai Mamak KL, Setui.




7. Ikan Kayu (Keumamah)
Ikan kayu atau eungkot Keumamah, ini sudah terkenal sejak masa peperangan di Aceh. Ikan yang dikeringkan ini sangat nikmat bila dimasak dengan gulai Aceh. Ikan kayu adalah ikan tongkol yang dikeringkan hingga mengkeras, sehingga saat dimakan kriuk” gitu looh! Warna cokelat kemerahan melumuri potongan kecil daging ikan. Rasanya pedas, gurih dengan rasa keras renyah daging ikan kayu. Makin enak saat diaduk dengan nasi putih hangat.
Menariknya, ikan ini bisa bertahan hingga bertahun-tahun. Oleh karena itu juga makanan ini menjadi andalan orang Aceh ketika perang, enak dimakan dan tahan lama.

Nah, bagaiman saudara-saudara? Sudahkah lidah anda bergoyang? Hehe
Jadi, jika anda berkunjung ke Banda Aceh, jangan lupa untuk mencicipi makanan khas Aceh di atas, nikmati sensai rempah khatulistiwa yang benar-benar akan membuat anda ketagihan. Jangan ngaku pecinta kuliner Indonesia kalau belum ke Banda Aceh. Selamat mencoba!

                          ayokeaceh.wordpress.com

Sehari tanpa internet ituuuuu. (Kegelapan pemikiran yang menakutkan.)



                                                        

Sewaktu aku kecil dulu, setelah dilanda Tsunami, Aceh sempat berada dalam masa “kekosongan”, yaitu masa-masa saat tidak ada listrik sama sekali hampir satu bulan lamanya. Jadi, aku benar-benar merasa sedang hidup di zaman prasajerah, saat semuanya kembali harus dikerjakan secara manual,  keadaan yang senyap sunyi tanpa radio serta TV dan keadaan yang gelap gulita di malam hari. Waktu itu aku benar-benar merasa kesepian, hampa, tidak enak dan aneh, pokoknya segalanya serba membosankan. Aku menamakan perasaan itu, “Perasaan Kosong”.

Setelah masa-masa pemulihan, segalanya kembali normal di Aceh. Dan si “Perasaan Kosong” ini  semakin jarang aku rasakan, malah aku sedang bertemun perasaan baru, yaitu si “Perasaaa Cinta” (ecieeeeeeeee). Tetapi, akhir-akhir ini saat internet sedang tidak ada jaringan, “Perasaan Kosong” itu kembali aku rasakan. Saat jaringan internet sama sekali hilang ada jutaan aktifitas yang terbengkalai. Dari urusan ngeblog, postingan tugas-tugas kampus, sampai file-file yang aku simpan di penyimpanan online.


Sebagai salah satu orang yang kepingin benar jadi penulis, aku berusaha untuk terus meng-update tulisan-tulisanku di blog. Yaah, walaupun agak lambat, tapi jumlah para pengunjungnya terus bertambah setiap harinya (pamer). Selain ngeblog, sebagai Mahasiswa tua yang dikejar-kejar tugas untuk merampungkan jurnal, aku harus sering-sering mengecek dan memposting tugas di milis grup kampus, dan semenjak semuanya serba mobile dan praktis, dosen kami hanya mau menerima salinan tugas yang di kirimkan lewat e-mail. (hemat kertas katanya) jadi, kalau seharii saja internet sedang tidak ada jaringan, selain merasa “Kosong” kini tambahan lagi aku bakalan panik setengah mati, karen tugas-tugas dan jurnal yang bakalan tidak terkirim tepat waktunya.
Masalah sosialisasi juga hilang. Ada sekian ribu kabar yang terus update setiap harinya, dan saat sehariiii aja internet tidak ada jaringan atau hilang, maka tiba-tiba saja aku merasa jadi orang yang tinggal di masa jajahan Belanda dulu. Gelap gulita, tidak tahu apa-apa.
Selain semua urusan-urusan yang mungkin terkesan sepele (baca : amat sangat penting bagiku), ternyata internet itu memiliki pengaruh yang besar dalam urusan sehari-hari kita.
Suatu hari, seorang tetanggaku yang sudah agak tua sedang mencangkok bibit dari pohon mangga. Kontan saja aku heran, dan agak-agak pangling. Sebenarnya sih nggak ada yang salah, masalahnya adalah tetanggaku itu sama sekali tidak paham dengan segala urusan pertanian, beliau itu guru Agama di salah satu sekolah menengah. Jadi, aku agak-agak pangling saat bapak ini ternyata sedang melihat caranya mencangkok dari internet.
 See? ternyata, gaul juga bapak-bapak jaman sekarang. (oke bukan itu pointnya -_-).
Pointnya adalah bahwa ternyata internet itu membuka wawasan kita dengan praktis. Hanya dengan sekali klik, semua informasi yang kita butuhkan sudah tersedia.


Nah, sebut saja para petani yang mungkin bisa mendapatkan pelatihan yang praktis, mudah dan cepat hanya dengan membrowsing apa yang mereka inginkan. Coba liat saja setiap kali ada penyuluhan di balai desa, atau pembagian buku-buku pertanian, jarang sekali para petani yang hadir. Menurut mereka waktunya lama dan mereka malas mencari di perpustakaan balai desa dan juga terkendala oleh biaya buku yang kadang-kadang terlalu mahal untuk para petani. Tapi dengan adanya Internet, para petani tinggal mencari informasi yang mereka butuhkan dan segalanya akan tersedia, praktis, mudah dan murah. Dengan begitu, hasil tanaman mereka akan lebih memuaskan, panen yang lebih baik dan kehidupan yang lebih menjanjikan. Hanya butuh sebuah  langkah mudah.
Petani hanya contoh kecil saja.
Tanpa kita sadari, manfaat internet telah menyentuh hampir semua sisi kehidupan manusia. Sosial, kesehatan, pendidikan, eknomi, dan kesejahteraan kita. Contoh umumnya, dengan internet wawasan akan semakin terbuka, ada sekian juta informasi yang terupdate setiap harinya.
Coba lihat dulu sebelum internet mewabah di Indonesia, semuanya serba “gelap”. Kita hanya menerima pemikiran-pemikiran yang di berikan oleh pihak-pihak tertentu tanpa mengetahui mana yang benar dan mana yang salah.  Pemikiran kita diatur, dan ketika bosan diatur kita akan memberontak, terjadilah pemberontakan hanya karena keselahpahaman sesaat dan kurangnya informasi yang ada.
Dengan banyaknya sumber kita tidak hanya di ajarkan untuk menarik informasi, tapi juga untuk berfikir kritis terhadap informasi yang kita dapatkan. Semakin kritis pemikiran kita, maka akan semakin cerdas pula kita dalam bertindak. Jadi, marilah mewujudkan Indonesia yang lebih cerdas dan bermartabat dengan Internet sehat. Optimalkan wawasan dan perluaslah jaringan, agar kita menjadi semakin baik kedepannya. Ayo Indonesia Genggam Internet untuk Indonesia yang lebiha baik!

Tulisan ini diikutkan dalam blog competition Sehari Tanpa Internet.
sumber gambar : http://xnews-hawkson-blogmisteri.blogspot.com/
 http://mutiarabirusamudra.blogdetik.com/bloggers-penulis-serba-bisa/
                          gudangmanfaat.com
                          http://telkomsel.com/genggam-internet
Copyright © 2015 maycut on post